Jumat, November 28, 2025

Memaknai Peran Saudara Lelaki Sedarah dalam Keluarga Kemak

 




Oleh: Santana Martins, +670778666666

Pendahuluan

Dalam budaya Kemak, keluarga tidak dipahami sekadar sebagai kumpulan individu yang hidup bersama, melainkan sebagai satu kesatuan sosial yang diikat oleh nilai, norma, dan struktur adat yang diwariskan lintas generasi. Struktur ini mengatur peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga secara jelas, termasuk relasi antara laki-laki dan perempuan, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Salah satu peran penting dalam struktur tersebut adalah posisi saudara lelaki sedarah, yang secara adat ditempatkan sebagai figur pemegang keputusan dalam keluarga.

Pemaknaan terhadap peran saudara lelaki sedarah tidak dapat dilepaskan dari sistem patriarkal yang hidup dalam masyarakat Kemak. Namun, patriarki dalam konteks adat tidak semata-mata dipahami sebagai dominasi, melainkan sebagai sistem tanggung jawab sosial yang menempatkan kewenangan pada pihak tertentu dengan beban moral yang besar. Tulisan ini bertujuan untuk memaknai peran saudara lelaki sedarah secara reflektif dengan mengintegrasikan perspektif antropologis, psikologis, dan kesehatan masyarakat, sehingga adat dapat dipahami secara lebih utuh dan kontekstual.

Perspektif Antropologis: Saudara Lelaki dalam Struktur Adat Kemak

Kajian antropologis tentang masyarakat Timor dan kawasan Indonesia Timur menunjukkan bahwa struktur keluarga adat umumnya bersifat patriarkal, dengan otoritas keluarga dilekatkan pada figur laki-laki dalam garis kekerabatan. Dalam konteks Kemak, saudara lelaki sedarah ditempatkan sebagai pemegang keputusan dalam rumah tangga, terutama dalam hal-hal penting yang berkaitan dengan kehormatan, arah hidup, dan nama baik keluarga.

Penempatan saudara lelaki sedarah pada posisi tersebut bukanlah bentuk keistimewaan biologis, melainkan konsekuensi dari sistem tanggung jawab adat yang diwariskan lintas generasi. Saudara lelaki berdiri sebagai penyokong Ayahanda, bukan sebagai pengganti atau pesaing. Ayahanda tetap dipahami sebagai kepala rumah tangga dan simbol otoritas utama, sementara saudara lelaki berfungsi sebagai penopang yang memastikan keputusan, nilai, dan kehormatan keluarga dijaga secara konsisten. Dengan demikian, otoritas dalam keluarga bersifat kolektif di antara laki-laki sedarah.

Karena peran itulah, saudara lelaki diberi kewenangan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, termasuk keputusan yang menyangkut saudari-saudarinya. Keputusan tersebut dapat mencakup persoalan pendidikan, relasi sosial, perkawinan, mobilitas, maupun pilihan hidup lain yang dinilai berdampak pada martabat keluarga. Dalam perspektif adat, keputusan semacam ini tidak dipandang sebagai urusan pribadi semata, melainkan sebagai urusan kolektif yang konsekuensinya ditanggung bersama oleh keluarga.

Penting untuk ditegaskan bahwa struktur ini tidak dibangun atas anggapan bahwa perempuan lemah atau tidak mampu berpikir. Kajian etnografis menunjukkan bahwa perempuan Kemak memiliki peran sosial dan ritual yang signifikan, serta menjadi penjaga nilai dan keharmonisan rumah tangga. Namun, adat menempatkan perempuan dalam kerangka kolektif keluarga yang membatasi ruang pengambilan keputusan tertentu demi menjaga keteraturan sosial menurut nilai yang diwariskan.

Saudara Lelaki sebagai Amanah, Bukan Kuasa Tanpa Batas

Kewenangan saudara lelaki sedarah bukanlah kuasa tanpa batas. Ia merupakan amanah adat yang berat dan sarat tanggung jawab moral. Setiap keputusan yang diambil membawa konsekuensi sosial yang luas, mencakup martabat saudari, orang tua, serta seluruh garis keturunan. Dalam masyarakat adat, satu keputusan yang keliru dapat berdampak panjang, menimbulkan konflik antarkeluarga, merusak relasi sosial, bahkan mencederai kehormatan keluarga di mata komunitas.

Oleh karena itu, peran saudara lelaki menuntut kedewasaan, kebijaksanaan, dan kemampuan menahan diri. Kewenangan adat tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang, apalagi digunakan untuk menekan atau membungkam. Ketika kewenangan dijalankan tanpa tanggung jawab, adat kehilangan makna sosialnya dan berubah menjadi sumber luka bagi anggota keluarga, khususnya perempuan.

Sebaliknya, saudara lelaki yang menjalankan perannya secara adil dan bijaksana akan menjadi sumber perlindungan dan stabilitas bagi keluarga. Dalam kondisi demikian, saudari-saudarinya tidak merasa dikontrol, melainkan dilindungi. Penghormatan yang lahir bukan karena takut, tetapi karena adanya kepercayaan dan pemahaman terhadap peran adat yang dijalankan.

Perspektif Psikologis: Dampak Relasi Saudara Lelaki–Saudari

Dari sudut pandang psikologi keluarga, struktur peran yang jelas dan konsisten dapat berfungsi sebagai faktor protektif bagi kesehatan mental anggota keluarga. Teori sistem keluarga menjelaskan bahwa individu cenderung berfungsi lebih sehat ketika batas peran, otoritas, dan tanggung jawab dalam keluarga dipahami secara kolektif dan tidak ambigu. Dalam konteks ini, saudara lelaki yang menjalankan perannya dengan empati dan komunikasi yang baik dapat menjadi figur stabilisasi emosional bagi saudari-saudarinya.

Namun, psikologi juga menegaskan bahwa kewenangan yang dijalankan secara kaku, otoriter, dan tanpa ruang dialog berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Perempuan dapat mengalami perasaan tidak berdaya, kecemasan, konflik batin, bahkan trauma relasional apabila keputusan diambil tanpa mempertimbangkan kondisi emosional dan aspirasi mereka. Oleh karena itu, pelaksanaan kewenangan adat menuntut kecerdasan emosional dan kesadaran akan dampak psikologis dari setiap keputusan.

Relasi yang sehat antara saudara lelaki dan saudari-saudarinya berkontribusi pada pembentukan harga diri, rasa aman, dan kepercayaan diri perempuan. Ketika saudari merasa dihargai, didengar, dan dilindungi, struktur adat justru berfungsi sebagai sumber kekuatan psikososial, bukan sebagai sumber tekanan.

Perspektif Kesehatan Masyarakat: Keluarga sebagai Determinan Kesehatan

Dalam pendekatan kesehatan masyarakat, keluarga dipandang sebagai unit dasar yang sangat menentukan kesehatan individu dan komunitas. Relasi keluarga yang harmonis, stabil, dan saling menghargai berkontribusi langsung pada pencegahan konflik domestik, penurunan stres kronis, serta penguatan kesejahteraan mental. Dengan demikian, struktur keluarga dan relasi kuasa di dalamnya dapat dipahami sebagai bagian dari determinan sosial kesehatan.

Peran saudara lelaki sedarah dalam budaya Kemak dapat berfungsi sebagai faktor protektif apabila kewenangan tersebut digunakan untuk memastikan perlindungan, dukungan sosial, serta pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kesejahteraan saudari-saudarinya. Dalam situasi ini, adat berfungsi sebagai mekanisme promosi dan pencegahan kesehatan. Sebaliknya, penyalahgunaan kuasa berpotensi meningkatkan kerentanan sosial dan kesehatan perempuan, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan keluarga dan komunitas secara luas.

Oleh karena itu, penguatan peran saudara lelaki yang bijaksana sejalan dengan prinsip promotif dan preventif dalam kesehatan masyarakat. Keluarga yang dikelola dengan tanggung jawab dan penghormatan timbal balik akan menjadi fondasi bagi masyarakat yang sehat secara sosial dan mental.

Pembinaan dan Pemaknaan Ulang Relasi Keluarga

Pembinaan adat perlu diarahkan secara dua arah. Di satu sisi, saudara lelaki perlu dibina untuk menyadari bahwa kewenangan adat yang ia pegang merupakan tanggung jawab moral dan sosial yang besar, bukan hak untuk mengontrol. Di sisi lain, saudari-saudarinya perlu dibina untuk memahami makna struktural dari peran saudara lelaki sedarah, sehingga penghormatan yang diberikan bersumber dari pemahaman, bukan keterpaksaan.

Menghargai saudara lelaki sedarah tidak berarti meniadakan suara perempuan atau menutup ruang dialog. Sebaliknya, penghargaan tersebut dimaknai sebagai pengakuan terhadap sistem tanggung jawab kolektif yang bertujuan menjaga keseimbangan keluarga, stabilitas emosional, dan keharmonisan sosial. Relasi yang dibangun atas dasar saling percaya memungkinkan adat berfungsi secara adaptif di tengah perubahan sosial.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran saudara lelaki sedarah dalam keluarga Kemak bukanlah sekadar simbol kuasa patriarkal, melainkan amanah adat yang berakar pada tanggung jawab sosial sebagai penyokong Ayahanda dan penjaga kehormatan keluarga. Kewenangan tersebut menuntut kebijaksanaan, keadilan, dan integritas agar berfungsi sebagai perlindungan, bukan penindasan. Pada saat yang sama, penghargaan dari saudari-saudarinya terhadap peran saudara lelaki merupakan elemen penting dalam membangun relasi keluarga yang harmonis dan saling percaya. Dengan pemaknaan yang seimbang antara kewenangan dan tanggung jawab, adat Kemak dapat berfungsi sebagai sistem pembinaan nilai, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan sosial lintas generasi.

Catatan Metodologis

Tulisan ini merupakan refleksi normatif yang disusun berdasarkan sintesis kajian antropologis, psikologis, dan kesehatan masyarakat. Analisis ini tidak dimaksudkan sebagai deskripsi etnografis murni, melainkan sebagai upaya memperkaya pemahaman adat dalam konteks pembinaan keluarga, relasi kekerabatan, dan kesejahteraan sosial.

Daftar Pustaka

Fox, J. J. (1980). The Flow of Life: Essays on Eastern Indonesia. Harvard University Press.
Fox, J. J. (1997). Place and Landscape in Comparative Austronesian Perspective. ANU Press.
McWilliam, A. (2002). Paths of Origin, Gates of Life: A Study of Place and Precedence in Southwest Timor. KITLV Press.
Hicks, D. (2004). Tetum Ghosts and Kin: Fertility and Gender in East Timor. Waveland Press.
Traube, E. G. (1986). Cosmology and Social Life: Ritual Exchange among the Mambai of East Timor. University of Chicago Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Connell, R. W. (2005). Masculinities. University of California Press.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

 

Senin, Agustus 18, 2025

Pentingkah Seorang Asesor Internasional Menguasai Bahasa Tetum di Timor-Leste?

 


By: Santana Martins

Email: sanmartinsunhas@gmail.com, WA +67077866666 

              ============================================================

Seiring dengan semakin globalnya dunia, penggunaan bahasa Inggris di dunia profesional menjadi semakin dominan. Banyak sektor di dunia ini, termasuk pendidikan, bisnis, dan pemerintahan, mengutamakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama untuk komunikasi antarnegara. Namun, dalam konteks negara berkembang seperti Timor-Leste, yang memiliki dua bahasa resmiTetun dan Portugispertanyaan besar yang perlu dijawab adalah, apakah seorang asesor internasional yang bekerja di Timor-Leste harus menguasai bahasa nasional Tetun? Atau, apakah cukup bagi mereka untuk menguasai bahasa Inggris saja untuk dapat berfungsi secara efektif dalam masyarakat dan organisasi di negara ini?

Bahasa sebagai Alat Kekuatan Sosial dan Budaya

Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin dari identitas budaya dan sosial suatu negara. Timor-Leste, meskipun secara global dianggap sebagai negara kecil dan berkembang, memiliki sejarah yang kaya serta kebudayaan yang sangat dipengaruhi oleh warisan tradisi lisan. Bahasa Tetum, sebagai salah satu bahasa utama yang digunakan oleh mayoritas penduduk Timor-Leste, memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam dunia profesional, bahasa Tetun tetap menjadi bahasa komunikasi yang digunakan dalam interaksi masyarakat, meskipun bahasa Inggris semakin banyak digunakan dalam acara-acara internasional.

Menguasai bahasa nasional negara tempat seseorang bekerja bukan hanya sebuah kebutuhan praktis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya lokal. Menggunakan bahasa lokal dalam komunikasi sehari-hari dan pekerjaan tidak hanya mempermudah interaksi, tetapi juga membuka peluang bagi para profesional internasional untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan memahami konteks sosial yang lebih dalam. Dalam hal ini, seorang asesor internasional yang menguasai bahasa Tetum akan memiliki keunggulan dalam memahami nilai-nilai lokal dan mengadaptasi saran atau rekomendasi mereka dengan lebih sesuai dengan kondisi setempat.

Tantangan dalam Hubungan Internasional

Namun, ada realitas yang berbeda dalam dunia internasional, di mana bahasa Inggris sering kali menjadi bahasa pengantar utama, terutama di organisasi internasional dan forum global. Hal ini menimbulkan dilema bagi seorang asesor internasional yang bekerja di Timor-Leste: apakah mereka harus menyesuaikan diri dengan menggunakan bahasa Tetum dalam interaksi mereka dengan masyarakat, atau cukup menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan kolega dari berbagai negara?

Memang, dalam konteks forum internasional dan organisasi besar, penggunaan bahasa Inggris tampaknya lebih praktis. Namun, masalah muncul ketika interaksi ini berlanjut ke tingkat yang lebih lokalterutama ketika berhubungan langsung dengan masyarakat Timor-Leste. Banyak kasus di mana para profesional internasional berkomunikasi dengan petugas lokal atau masyarakat yang tidak begitu fasih berbahasa Inggris, meskipun mereka mungkin bekerja di sektor pemerintahan atau lembaga internasional. Tanpa kemampuan berbahasa Tetun, komunikasi dapat menjadi terbatas dan penuh kesalahpahaman. Oleh karena itu, menguasai bahasa Tetun bukan hanya soal kebijakan komunikasi, tetapi juga tentang kemampuan untuk memahami dan merespons dengan bijaksana terhadap kebutuhan lokal.

Mengapa Penguasaan Bahasa Tetum Itu Penting

Kebutuhan untuk berkomunikasi dalam bahasa lokal sangat penting bagi efektivitas pekerjaan seorang asesor internasional, terutama dalam konteks Timor-Leste yang memiliki struktur sosial dan budaya yang khas. Para asesor internasional sering kali bekerja di bidang pembangunan, pemerintahan, dan sektor sosial, di mana komunikasi yang efektif dengan masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk memahami masalah yang ada serta memberikan solusi yang tepat. Dengan menguasai bahasa Tetun, seorang asesor internasional dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat setempat, memfasilitasi kerja sama yang lebih baik, serta mengurangi potensi kesalahpahaman atau ketegangan yang timbul akibat hambatan bahasa.

Selain itu, menguasai bahasa Tetun juga menunjukkan komitmen seorang profesional internasional untuk berintegrasi dengan budaya lokal dan bekerja dengan penuh empati. Sebuah pendekatan yang berbasis pada pemahaman budaya dan bahasa akan menghasilkan hasil yang lebih inklusif dan mendalam dalam berbagai proyek pembangunan atau inisiatif yang dijalankan di Timor-Leste.

Sebuah Kewajiban atau Keuntungan?

Namun, satu pertanyaan yang muncul adalah, apakah ini menjadi kewajiban bagi seorang asesor internasional untuk menguasai bahasa Tetum, ataukah ini lebih merupakan keuntungan yang dapat mendukung pekerjaan mereka?

Menurut saya, ini adalah sebuah kewajiban moral dan profesional. Seorang asesor internasional yang bekerja di negara seperti Timor-Leste tidak hanya diharapkan untuk membawa keahlian mereka, tetapi juga untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya setempat. Menguasai bahasa Tetun merupakan langkah konkret yang dapat membantu mereka dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat dan memfasilitasi pencapaian tujuan kerja mereka. Ini bukan hanya soal mendapatkan informasi atau menyampaikan instruksi, tetapi juga tentang menghargai keberagaman budaya dan menumbuhkan rasa saling pengertian.

Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa mempelajari bahasa baru membutuhkan waktu dan upaya, terutama bagi para profesional internasional yang datang dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, sebagai solusi, bagi para asesor internasional wajib memahami dan bisa berbahasa Tetum.yang merupakan syarat perekrutan, Selain itu, mengintegrasikan pembelajaran bahasa dalam proses adaptasi budaya bagi tenaga kerja internasional juga dapat menjadi kebijakan yang bermanfaat.

Kesimpulan

Menguasai bahasa Tetum bagi seorang asesor internasional yang bekerja di Timor-Leste lebih dari sekadar keterampilan komunikasi; itu adalah bentuk penghargaan terhadap budaya lokal dan cara untuk memperdalam pemahaman mereka tentang masyarakat tempat mereka bekerja. Keterampilan ini memungkinkan mereka untuk bekerja lebih efektif dengan masyarakat setempat dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Meskipun bahasa Inggris tetap penting dalam dunia internasional, menguasai bahasa nasional di negara tempat mereka bekerja merupakan langkah penting untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dan produktif.

#Final#

Kamis, Agustus 07, 2025

Kau kah itu, Jati Dirimu?

 

by Martins. S. 

Di cermin pagi yang retak,
kulihat bayangmu berjejak.
Wajahmu tersenyum samar,
namun matamu bertanya benar.

Kau kah itu, jati dirimu?
Yang berdiri tegak di tengah badai,
namun gemetar saat angin ragu datang?
Yang bersuara lantang di keramaian,
namun sunyi saat hati bicara pelan?

Kau berkata:
"Aku ini aku!"
Tapi siapa "aku" itu?

Apakah yang kau pakai hari ini
adalah topeng dari kemarin,
atau warisan luka yang kau warisi diam-diam?

Kau berjalan di jalan orang lain,
mengutip jejak tanpa tahu arah.
Padahal jati diri bukan bayang-bayang,
ia adalah cahaya yang tumbuh dari dalam.

Kau kah itu, jati dirimu?
Bukan sekadar nama atau gelar,
tapi keberanian untuk menjadi
apa adanya, seutuhnya, setulusnya.

Jika belum, jangan takut…
Sebab jati diri bukan untuk ditemukan,
melainkan untuk diperjuangka
=final=

Continue com o Esforço

By: Martins S.


Para todos vocês, onde quer que estejam,
Que seguem em frente, mesmo quando tropeçam.
A vida nem sempre é doce ou serena,
Mas cada passo é parte da cena.


Continue com o esforço, ainda que devagar,
Mesmo que ninguém venha te aplaudir ou notar.


O valor da tua luta não está no aplauso,
Mas na coragem de não dar um passo falso.
Não é preciso ser perfeito pra ter valor,
Nem ser o mais forte pra seguir com ardor.


Basta tentar, com alma e vontade,
Pois todo esforço é ato de liberdade.
Continue com o esforço — por ti, pela esperança,
Pelo sonho que vive mesmo na andança.


Há força em ti, há luz no teu olhar,
E um futuro possível que ainda vai brilhar.
Todos estamos crescendo, aprendendo a viver,
Com erros, acertos e o que mais vier.


Então segura o dia como quem segura o mundo,
Porque cada esforço é um gesto profundo.

=Fim=

Sabtu, Juli 12, 2025

Se Você Sabe

 



By Martins. S.

Se teu coração sussurra baixinho,
mas teus lábios firmes dizem que tens razão,
o que será que escondes então?

Sinceramente,
isso é coragem ou apenas um disfarce de esperança?
Ou talvez sombras de medo que preferes calar?

Como a folha que dança ao vento,
a verdade às vezes se esconde na dúvida.
Não te apresses em rejeitar o sussurro da alma,
pois, às vezes, o silêncio é a voz mais sincera.

Não menosprezes esse pequeno sussurro,
ele é como o orvalho da manhã que refresca teu passo,
mesmo que temas que ele desapareça ao nascer do sol.

Ousa fazer as pazes com a incerteza,
deixa que ela te guie à luz que nunca se apaga.
Porque um coração sincero nunca engana,
mesmo que às vezes se esconda na névoa tênue.

=fim=

Senin, Juni 23, 2025

Istoria Iran – Husi Impériu Antigu to’o Republika Islamika

 

Husi: Martins,S. 

 1. Introdusaun

Iran, ne’ebé uluk naran Persia, iha istoria naroman liu tinan 2.500. Iha tempu antiku, Persia hetan fama tanba impériu boot hanesan Achaemenid, Parthian, no Sassanid. Nasaun ne’e hetan inflénsia boot iha Arkitetura, Filosofia, Siénsia no Relijiaun Zoroastrianismo.

Iha séklu VII, Islam tama hodi transforma Iran ba estadu Islamika. Iha tinan 1501, Dinastia Safavid hamosu Iran nudar estadu Shia Islamika, ne’ebé mak até ohin loron, forma identidade nasional. Iha séklu XIX–XX, Iran submete ba influência boot hosi poténsia estranjeiru hanesan Rusia no Inglaterra, no mak sai razaun karik povu hakarak autonomia.

Iha tinan 1925, Reza Shah Pahlavi tama nudar rei, halo modernizasaun, nasionalizasaun no sekularizasaun. Nia oan, Mohammad Reza Shah, kontinua governu, maibé represivu no pró-ocidente. Luta povu hodi dereitu, liberdade no justisa sira laran, finaliza iha Revolusaun Islamika 1979, ne’ebé derruba monarkia no forma Repúblika Islamika Iran, ho lideransa espiritual husi Ayatollah Khomeini.

Sistema governu ne’e iha kombinasaun teokrasia (relijiaun) no repúblika (votu), ne’ebé atribui poder aas ba Líder Supremu. Iran kontinua enfrenta konflikto relijiozu, politika no jéopolitika. Iha tinan 2025, Iran seidauk demokrátiku hanesan sistema oeste, maibé kontínua ho influénsia boot iha Medio Oriente.

2. Objetivu

Artigu ida ne’e iha objetivu atu:

  • Hatudu istoria Iran husi beiala to’o modernidade.
  • Esplika mudansa kona-ba sistema gobernu no relijiaun.
  • Analiza konflitu jéopolitiku no ambisaun Iran.
  • Hatudu konfrontasaun Iran ho Israel no nasaun oeste.

 3. Esplikasaun Historika

3.1 Iran Antigu (550 T.K – Séklu VII)

  • Impériu Achaemenid lidera hosi Cyrus the Great, hetan fama tanba respetu ba diversidade relijiaun no administrasaun avansadu.
  • Zoroastrianismo nudar relijiaun nasional.
  • Contribuisaun iha Siénsia, Matematika, Arte no Leis.

3.2 Islamizasaun Iran (Séklu VII – Séklu XV)

  • Islam Sunni domina depois Kalifatu Arabu okupa Persia iha 651 T.K.
  • Iha tinan 1501, Dinastia Safavid hamosu Iran nudar estadu Shia Islamika Twelver.

3.3 Dinastia Qajar & Pahlavi (1796–1979)

  • Dinastia Qajar (1796–1925) fraqueza no perde toos ba Rusia.
  • Reza Shah Pahlavi (1925) – modernizasaun sekular, nasionalizasaun.
  • Mohammad Reza Shah (1941–1979): represivu no favoritismu ba oeste (EUA, UK).
  • 1953: CIA derruba PM Mossadegh tanba nia hakarak nasionaliza petroleu.

 3.4 Revolusaun Islamika (1979)

  • Lider spiritual Ayatollah Khomeini orienta protestu.
  • Shah hamenus popularidade tanba represivu, ne’ebé favorese elite.
  • Povu referendum hodi aprova Repúblika Islamika Iran.

 3.5 Estrutura Ukun Iran

Instituisaun

Deskrisaun

Líder Supremu

Lider espiritual no polítiku aas liu.

Presidente

Eletu povo, governu administrativu.

Majlis

Parlamentu legislatifu.

Guardian Council

Verifika kandidatu no lei konformi Islam.

Assembly of Experts

Elege/deskonfia Líder Supremu.

Judisiáriu Islamiku

Julga tuir Sharia.

 3.6 Lei no Demokrasaun

  • Konstituisaun 1979 (atuáliza 1989).
  • Demokrasaun iha limitasaun tanba kandidatu presiza aprova husi Guardian Council.
  • Liberdade partidu, feto, mídia no LGBT la kompativel ho lei Islam.

 3.7 Iran ho Ambisaun Global

Razaun Iran hakarak sai forte iha mundu:

  • Hakarek lidera Islam Shia iha Medio Oriente.
  • Luta kontra imperialismu – EUA, Israel, Uni-Eropa.
  • Dezenvolve teknolójia nukleár (ba energia maibé suspeitu ba arma).
  • Apoiu grupus militante hanesan Hezbollah, Hamas, no Houthi.
  • Hetan influénsia estratéjika iha merkadu petroleu – estrangula ba Arab Saudi.

3.8 Konflitu ho Israel no Aliansa Oeste

  • Iran no Israel iha relasaun hostil; Iran akuzadu suporta Hamas no Hezbollah.
  • Israel no EUA considera Iran hanesan ameasa seguransa nukleár.
  • Sanisaun internasionál limitadu ekonomi Iran (EUA, EU, ONU).
  • Iran buka aliansa ho Rusia, China, no grupu “Axis of Resistance”.

4. Resume / Konkluzaun

Iran iha istoria naroman ho kontribuisaun kultura, relijiaun no siénsia. Iha monarkia Pahlavi, Iran moderniza maibé represivu. Revolusaun 1979 transforma Iran ba estadu Islamika nudar resposta ba opresaun politika no moralidade sosial.

Sistema governu Iran ne’ebé uniku iha mundu – mistura entre teokrasia (dominiu relijiaun) no repúblika (votu povo), maibé demokrasaun iha limitasaun barak. Nia ambisaun atu sai lider iha Islam Shia no reziste dominasaun ocidental, fó tenssaun ho Israel no Aliansa oeste.

To’o 2025, Iran seidauk sai demokrátiku iha sentidu liberal, maibé kontinua ho influénsia política, ideolojia no militár iha rejiaun. Povu Iran hakarak soberania, no sistema estadu kontinua hadomi relijiaun Shia ho resistência ba opresaun estranjeiru.

 5. Referénsia Importante

  1. Axworthy, M. (2013). A History of Iran: Empire of the Mind. Basic Books.
  2. Keddie, N. R. (2006). Modern Iran: Roots and Results of Revolution. Yale University Press.
  3. Hiro, D. (2013). The Iranian Labyrinth: Journeys Through Theocratic Iran and Its Furies. Nation Books.
  4. BBC News. (2023). Iran Country Profile. https://www.bbc.com/news/world-middle-east-14542438
  5. United Nations Security Council. (2020). Sanctions on Iran. https://www.un.org/securitycouncil/sanctions/iran
  6. International Atomic Energy Agency. (2024). Iran’s Nuclear Activities Report. https://www.iaea.org/
  7. Council on Foreign Relations. (2023). Iran’s Proxy Militias and Foreign Policy. https://www.cfr.org



Jumat, Juni 13, 2025

“Engkau yang Bisa Segalanya”

 

Oleh Martins. S

Jika kau mau, kau bisa segalanya,
melangkah maju menembus batas-batas dunia.
Kau bisa ukir masa depan dengan cahaya,
kau bisa jadi nafas dalam jiwa yang percaya.

Kau bisa jadi tiang di rumah yang hampir roboh,
jadi obor di malam yang pekat dan jenuh.
Kau bisa jadi jawab bagi ragu dan resah,
membawa harapan, memberi arah.

Namun jika kau mau…
kau juga bisa jadi tembok di jalan yang sempit,
penghalang sunyi yang tak terlihat tapi menghimpit.
Kau bisa jadi racun dalam sistem yang lemah,
mengikis kepercayaan, menyebar lelah.

Kau boleh tertawa di depan panggung sorotan,
tapi tahu kau, di belakangnya ada tangisan?
Jangan kau bangga dalam gemilang pujian,
jika tapakmu menggores luka dan kehancuran.

Jadilah kau cahaya, bukan sekadar sinar,
penuntun langkah, bukan penghalang sabar.
Karena kuasa yang besar tak selalu membanggakan,
tapi cara kau memilih... itulah yang dikenang kemudian.

Racun di Ujung Lidah

 


Oleh Martins. S

Lidah tak bertulang, tapi bisa melumpuhkan,
bila tak jujur dalam berkata dan berperilaku.
Dari ujungnya mengalir bisa diam-diam,
meracuni damai, mematikan kalbu.

Ia bisa membunuh tanpa darah,
menghancurkan nama, melemahkan cinta.
Karakter yang dibangun bertahun-tahun lamanya,
hancur dalam satu kalimat tanpa makna.

Lidah bisa membenci, menusuk tanpa suara,
menghasut tanpa langkah, menyakiti tanpa cela.
Namun ia juga bisa jadi penawar,
menjadi terang jika bicara benar.

Lidah bisa membawa kita ke mana kita pergi,
menuntun langkah menuju jujur dan nurani.
Ia dapat menunjukkan jalan kebenaran,
atau menusuk diam-diam dalam kemunafikan.

Maka jaga lidahmu seperti permata,
pakailah untuk menyembuhkan, bukan melukai.
Karena kata adalah hidup yang menjelma,
bisa jadi berkat... atau bisa jadi kutukan abadi.

El Veneno en la Punta de la Lengua


Por Martines. S

La lengua no tiene huesos, pero puede paralizar,
cuando falta la verdad al actuar y al hablar.
Desde su punta fluye un veneno sutil,
que envenena la paz y rompe lo frágil.

Puede matar sin derramar sangre,
destruir un nombre, apagar el hambre.
Un carácter forjado por años de valor,
puede caer por una frase sin amor.

La lengua puede odiar, herir en silencio,
incitar sin pasos, dañar sin argumento.
Pero también puede ser medicina y consuelo,
si habla con verdad y con anhelo.

La lengua nos lleva por donde andamos,
nos guía si con sinceridad caminamos.
Puede mostrar el sendero correcto,
o matar en secreto, frío y directo.

Por eso cuida tu lengua como un tesoro,
úsala para sanar, no para causar desespero.
Porque cada palabra que deja tu voz,
puede ser bendición... o puede ser cruz.

O Veneno na Ponta da Língua

 


Por Martins. S

A língua não tem ossos, mas pode paralisar,
quando falta a verdade no agir e no falar.
De sua ponta escorre um veneno sutil,
que envenena a paz e silencia o perfil.

Ela pode matar sem derramar sangue,
destruir um nome, fazer o amor exangue.
Um caráter moldado ao longo da vida,
pode ruir por uma frase maldita.

A língua pode odiar, ferir sem som,
incitar sem passos, ferir sem tom.
Mas também pode ser bálsamo, cura,
quando fala com verdade, amor e ternura.

A língua pode guiar para onde vamos,
mostrar o caminho quando nos calamos.
Pode indicar a verdade com pureza,
ou matar em silêncio, com frieza.

Por isso, guarda tua língua como um tesouro,
que sirva para edificar, não para o desassossego.
Pois cada palavra dita tem poder profundo—
de salvar uma alma, ou despedaçar o mundo.

Quando as Palavras Ferem

 Poema de Martines. S

Cuidado ao falar, mesmo sem intenção,
pois a língua, sem osso, pode ferir o coração.
Uma frase pode ser luz que aquece,
ou lâmina fria que a alma entristece.

Há palavras que chegam como abraço,
e outras que cortam no mais profundo espaço.
Não sangra o corpo, nem mostra sinal,
mas o peito se parte num silêncio fatal.

Não moldes o som com pressa ou ira,
pois nem todo ouvido é forte quando a dor se estira.
Há feridas que o olhar nunca decifra,
mas vivem gritando onde ninguém apalpa.

Melhor calar com amor e prudência,
do que falar e ferir com imprudência.
Pois quando a palavra se torna caco no chão,
todos sangramos… em silêncio, no coração.

Kamis, Juni 12, 2025

Quatro Dedos Para Mim

 

Poema de Martins. S

Fico em pé sobre as feridas dos outros,
apontando com um dedo, entre silêncios e gritos frouxos.
Achei que eu soubesse o melhor caminho,
mas meu coração se perdeu no próprio desalinho.

Apontei teu rosto com falsa razão,
sem ver as rachaduras na minha própria mão.
Um dedo te acusa com arrogância e dor,
mas quatro se voltam a mim — sem favor.

É fácil julgar por fora a aparência,
sem perceber a alma cheia de carência.
Te condeno por medo do que vejo em mim,
meu reflexo no espelho é o real fim.

Agora me calo, com vergonha no olhar,
tentando entender antes de apontar.
Pois os quatro dedos voltados a mim,
são mestres duros — mas justos até o fim.
%FIM%

Selasa, Mei 20, 2025

Teruslah Berusaha

 

by Matins.S

Untuk siapa pun kamu, di mana pun berada,
Yang tengah berjalan, walau lelah melanda.
Hidup tak selalu mudah, tak selalu terang,
Tapi langkah kecil pun, punya daya yang gemilang.


Teruslah berusaha, meski perlahan,
Meski tak ada sorak atau tepuk tangan.
Setiap detik yang kau jalani dengan niat,
Adalah benih harapan yang kelak mendekat.


Tak perlu sempurna untuk bermakna,
Tak perlu kuat untuk terus melangkah.
Yang penting: kau coba, kau hadapi,
Dengan hati yang tak pernah benar-benar pergi.


Teruslah berusaha — bukan demi pujian,
Tapi karena di dalam dirimu, ada tujuan.
Ada cinta, ada harapan yang kau genggam,
Ada mimpi yang tumbuh dari keyakinan dalam.


Kita semua sedang belajar, sedang bertumbuh,
Dengan luka, tawa, dan waktu yang penuh.
Maka genggamlah hari ini seperti cahaya,
Karena setiap usaha, sekecil apa pun, tetap mulia.

Rabu, Mei 14, 2025

Jestaun Estratéjiku iha Administrasaun Saúde

 


Santana Martins,M.SP


      I.          Introdusaun

Administrasaun saúde mak área ida ne’ebé halo jestaun ba sistema, estratéjia, no rekursu sira atu fó asisténsia saúde ho kualidade ba komunidade. Iha mundu ne’ebé muda lalais no presiza servisu ho efisiénsia, jestaun ne’ebé forte iha área saúde sei determina Sussesu ka lae iha prestasaun servisu ba povu. Iha kontéstu ida ne’e, jestaun estratéjiku no politika públika maka elemetu rua fundamentál ne’ebé presiza konsidera ho atensaun seriu.

Jestaun estratéjiku iha administrasaun saúde bele hanoin hanesan prosesu planeamentu ne’ebé uza atu orienta organizasaun ba Ójetivu ne’ebé di'ak no realista. Jestaun ne’e la’o husi analiza ambiente internu no externu, hodi defini vizaun, misaun, no prioridade, no implementa plano ne’ebé permite organizasaun saúde atua ho klaridade no dirésaun. Estratéjia ida ne'e fó base ba tomada desizaun ne'ebé efétivu iha nivel jerál.

Iha parte seluk, politika públika iha área saúde mak desizaun no akisaun sira ne’ebé estrutúra husi governu, atu regula no fasilita prestasaun servisu saúde. Politika ida bele inklui regulamentu, legislasaun, mekanismu financiál, programa nasional no parcerias internasionál. Governu nia rolu fundamental mak hodi orienta prioridade nasional sira, inklui prevensaun, tratamentu, promosaun saúde no resposta ba emergénsia.

Relasaun entre jestaun estratéjiku no politika públika importante tebes, tanba politika públika sei determina limitasaun no oportunidade ba organizasaun sira iha planeamentu no implementasaun estratéjia. Iha nivel lokal ka nasional, lideransa ne’ebé kompetente presiza intepreta politika públika ho matenek, hodi adáta plano no átividade ba realidáde lokal no Ójetivu jerál nian.

Iha Timor-Leste, sistema saúde iha ona progresu, maibé enfrenta barak tebes desafiu. Implementasaun efétivu ba jestaun estratéjiku no politika públika presiza asesu ba dadus, kapasidade lideransa, koordenasaun interinstitusionál no inkluzaun komunidade. Artigu ida ne’e sei halo análise kona-ba aspétu sira ne’e hodi hatudu maneira atu hadia jestaun saúde iha kontéstu nasional.

  II.          Ojetivo

a.     Ójetivu Jerál:

  • Hatudu no analiza Importansia jestaun estratéjiku no politika públika iha prosesu administrasaun saúde, hodi garante servisu saúde ne’ebé efétivu, sustentável no responde ba nesesidade komunidade.

b.     Ójetivu Espesífiku:

  1. Hatudu definisaun no prinsipiu sira jestaun estratéjiku iha organizasaun saúde.
  2. Esplika konseitu foun politika públika iha área saúde no impátu ba sistema saúde.
  3. Analiza relasaun entre jestaun estratéjiku no politika públika iha dezenvolvimentu servisu saúde.
  4. Identifika dezafiu no oportunidade iha implementasaun jestaun estratéjiku ho suporta politika públika iha Timor-Leste.
  5. Fó rekomendasaun kona-ba abordajen sira ne’ebé bele aumenta efisiénsia no efikasia sistema saúde nian.

III.          Etapa Sira iha Jestaun Estratéjiku iha Administrasaun Saúde

Jestaun estratéjiku iha administrasaun saúde halo referénsia ba prosesu ne’ebé orienta organizasaun atu bele dezenvolve planu klaru, implementa akisaun, no monitoriza resultadu hodi atinji Ójetivu organizasaun. Prosesu ida ne’e la so estátiku, maibé dinâmiku no presiza adáta ba mudansa ne’ebé la para iha kontéstu politika, ekonomik, teknológiku no sosial.

1. Planeamentu (Planifikasaun):
Iha etapa planeamentu, organizasaun tenke determina klaru nia visão (hare ba futuru), misaun (razãun existénsia), no Ójetivu estratéjiku. Visão fó inspirasaun, misaun fó orientasaun, no Ójetivu estratéjiku determina prioridade sira. Planeamentu estratéjiku tenke konsidera realidádi lokal, rekursu disponivel, no aspira saude populasaun.

2. Organizasaun:

Planeamentu sei la iha valor se organizasaun la iha estrutúra ne’ebé klaru. Etapa organizasaun envolve dezenvolvimentu ba estrutura formal, inklui departamentu sira, definisaun funsaun, no alokasaun rekursu. Distribuisaun responsábilidade ho efisiénsia sei fasilita implementasaun ba planu estratéjiku.

3. Implementasaun:


Depois de planeamentu no organizasaun, implementasaun mak etapa importante ida atu transforma planu sai ba realidade. Iha etapa ne’e, lideransa tenke motiva ekipa atu halo akisaun ne’ebé konkretu, hodi reduz diferensa entre planu ho situasaun real. Implementasaun presiza komunikasaun klaru no koordinasaun efétivu.

4. Monitorizasaun no Avaliasaun:

Iha fase final, organizasaun saúde presiza monitoriza progresu, evalua impaktu, no identifika problema sira. Monitorizasaun regular bele ajuda deteta difikultade sedu, no halo korreksaun antes de problema sai boot. Avaliasaun ajuda tuir ba efikásia no relevánsia ba jestaun estratéjiku ne’ebé iha.

Iha konjuntu, organizasaun saúde presiza iha kapasidade adáta ba mudansa kontéstu, hanesan evolusaun politika, fluktuasaun ekonomik, no dezenvolvimentu teknológiku. Jestaun estratéjiku ne’ebé inklui etapa sira ne’e bele ajuda organizasaun hetan sustentábilidade iha tempu naruk, no fó resposta ba dinamika real iha sistema saúde.

IV.          Politika Públika iha Sistema Saúde

Politika públika iha área saúde mak desizaun no medida sira husi governu ne’ebé orienta fornecimentu servisu saúde ba populasaun. Politika sira ne’e sei determina direitu ba ema hotu atu hetan asesu igual ba servisu saúde ne’ebé di'ak, sustentável no inklusivu. Forma politika públika bele inklui lei, regulamentu, programa nasionál, direktiva, ka estratéjia governamentál sira.

Ójetivu prinsipal husi politika públika iha sistema saúde mak atu garanti proteção sosial no promovimentu saúde ba povu. Hanesan ezemplu, politika Universal Health Coverage (UHC) halo esforsu atu garante ema hotu hetan servisu saúde tanba direitu, laos tanba kondisaun finanseira. Regulamentu iha área farmaséutika bele garante seguransa no kualidade husi medikamentu no produtu saúde sira. Iha nu’udar, subsídiu governu ba servisu saúde primáriu bele mós reduz bariéra asesu ba komunidade rural no vunerável.

Politika públika mós inklui kampanha edukasaun saúde hanesan imunizasaun, prevensaun tabaku, no promosaun nutrisuan. Kampanha sira ne’e ajuda muda komportamentu komunidade, aumenta konhesimentu, no prevene moras ne’ebé prevenível.

Impaktu politika públika iha saúde ne’e boot tebes. Se politika públika halo ho base científica no analisa dadus klaru, entaun organizasaun saúde bele prepara plano estratéjiku ne’ebé adáta ba realidádi. Jestaun estratéjiku sei responde ba politika públika ne’ebé iha, no ajuda implementa programa saúde ho efisiénsia no efektivídade.

Por ezemplu, se governu fó prioridade ba saúde materna no infantíl, entaun organizasaun saúde presiza dezenvolve estratéjia espésifiku atu aumenta asesu ba klinika, forma profisionál, no distribui rekursu ba área relevante. Tan ne’e, koerénsia entre politika públika no jestaun estratéjiku importante atu garante sustentábilidade no impátu ne’ebé positif ba sistema saúde iha tempu naruk.

   V.          Relasaun entre Jestaun Estratéjiku no Politika Públika

Jestaun estratéjiku no política públika iha relasaun ne’ebé dinâmiku no interaktivu, onde organização saúde tenke ajusta suas estratéjias sira ba mudança iha política governamentál. Relasaun ida ne’e reflektea interdependénsia ba jestaun saúde no decisão política husi governu. Jestaun estratéjiku iha organizasaun saúde la bele separa tiha politika públika, maibé tembe trabalha ba alinhamento ho priorídade governamentál.

Contudus, se governu hatama regulamentu foun kona-ba distribusaun medikamentu, por ezemplu, organizasaun saúde tenke altera planu distribusaun medikamentu nian, hodi adáta ba diretiva governamentál. Entaun, jestaun estratéjiku presiza sempri komunica ba mudança sira ne’ebé governu fó, hodi organiza planu sira deit, ajusta implementasaun, no atinji Ójetivu nacional.

Relasaun entre jestaun estratéjiku no política públika la iha separasaun striktu, maibé jestaun estratéjiku tenke ko’alia ho prioridade nasional, planu estrategiku ministériu saúde, no leis ne’ebé aplika. Halohus, no konvergente sira, estratéjia iha organisasaun saúde pode responde ba alteração e evolusaun ne’ebé iha legislação no regulamentasaun, mós asisti iha implementasaun politika públika ne’ebé di'ak iha sistema saúde.

Iha konjuntu, iha implementasaun ba politika públika, jestaun estratéjiku sei ajuda organizasaun saúde hodi foinsa ba Ójetivu nasional no sektoral. Relasaun dinamika ne’e presiza tuir ba evaluasaun regular, hodi reflete ba realidádi no ajustamentu estratéjiku. Ajustamentu ne’e sei loke sai ba planu estrategiku ne’ebé de’it faze ba relevánsia no efisiénsia ba servisu saúde.

VI.          4. Desafiu no Oportunidade iha Implementasaun

Implementasaun jestaun estratéjiku iha sistemasaun saúde enfrenta desafiu no oportunidade sira ne’ebé tenke ser atensa. Desafiu sira bele afetasa implementasaun estratéjiku no eficácia politika públika iha sistemasaun saúde.

Desafiu sira:

  1. Limita Rekursu:
    Iha implementasaun jestaun estratéjiku, rekursu sira, hanesan osani, ema, no teknoloji, ne’ebé limitadu, bele ser limitasaun grave. Rekursu ne’ebé la suficientu bele impide organizasaun saúde hodi atingi Ójetivu de'it.
  2. Falta Dadus:
    Jestaun estratéjiku presiza dadus relevánti no base evidénsia atu planeia. Dadaun ne’ebé la kontinua no defisiensia dadus bele afetasa perencanaan jestaun. Se dadus la kompletu ka la konfíavel, estratéjia nian sei kompromete Ójetivu final.
  3. Komunikasaun La Efikás:
    Problema komunikasaun entre nível governu no organizasaun lokal bele komplikasaun implementasaun política públika. Koalizaun ba politika sira la komunikadu adequadamente entre estrutura governamental no operadór lokal, hanesan posto saude sira, sei impacta efetividade programa.
  4. Mudansa Polítika la Prevísivel:
    Mudansa politika ne’ebé la prevísivel mós fohrake implementasaun. Mudansa frequentizadamen entre política governamental no diretiva ne’ebé iha bele kria instabilidade iha implementasaun. Husu ajustamentu de’it no avaliasaun baseia na politika husi governu.

Oportunidade sira:

  1. Parceria ho Organizaun Internasional:
    Iha sekundu oportunidade, parceria ho organizasaun internasionál pode hamoos forsa atu supre limita rekursu sira. Parceria ne’e bele kontribui ba transferensia teknikal no pengalaman internasionál, hodi fortifika implementasaun programa saúde iha Timor-Leste.
  2. Treinamentu Jestaun ba Lider Lokal:
    Treinamentu jestaun ba lider lokal tenke garante kompeténsia no kapasidade lokal hodi implemetasaun estratéjiku ho efisiénsia. Lider lokal ne’e beik maibe lidera, motivadu no kria estruturas de trabalho efétivu.
  3. Digitalizasaun Informasaun:
    Digitalizasaun informaçãu bele ajuda otimiza gestão ba dados sira ne’ebé relevant. Hanesan, Sistema SISCa no DHIS2 são ferramentas tecnológika sira ne’ebé ajuda komunika ba databáze saúde, facilita monitorizasaun no relatóriu servisu saúde. Digitalizasaun ne’e bele hamoos efetividade iha implementasaun.
  4. Inklui Komunidade iha Prosesu Desizaun:
    Inklui komunidade iha prosesu desizaun iha politika públika no planu estrategiku saúde tenke aumenta aceitação no suporte ba implemetasaun. Komunidade tenke participasa ba mudar comportamento, ba komunicação sira, kampanha saúde, no promoção de habítus saúde di'ak.

5. Konziderasaun Espesífiku ba Timor-Leste

Iha Timor-Leste, politika públika iha saúde fó prioridade ba servisu saúde primáriu, promosaun saúde komunidade, no prevene doensa. Nia estratéjia nasional (Plano Estratégico da Saúde 2011–2030) hatudu nia visaun atu fó aksesu saúde ba ema hotu-hotu.

Desafiu barak ainda iha:

  • Aksesu servisu iha zona rurál
  • Falta profisionál saúde iha poste sanitáriu
  • Alokasaun osan sira la to’o ba nivel lokal
  • Politika públika la implementa ho forma kontinua

Maibé, oportunidade mak hetan suporta husi partner internasionál, implementasaun servisu SISCa, no dezenvolvimentu profisionál saúde.

6. Konkluzaun

Jestaun estratéjiku no politika públika iha administrasaun saúde mak fatór importante atu promove sistema saúde ne’ebé sustentável. Relasaun entre sira nune’e tenke hare ho seriu. Organizasaun saúde tenke komunika ho governu atu halo alinamentu entre plano no politika nasional.

No kontextu Timor-Leste, presiza kontinua investe iha lideransa, dadus base evidénsia, no implementasaun politika públika ne’ebé estuda no planeia ho klaru. Jestaun estratéjiku di'ak bele fo kontribuisaun boot ba direitu saúde no bem-estar komunidade.

Referénsia ;

  1. Ministério da Saúde Timor-Leste. (2011). Plano Estratégico Nacional da Saúde 2011–2030. Dili: MS-TL.
  2. WHO. (2022). Health Systems Governance and Financing. World Health Organization.
  3. Ginter, P. M., Duncan, W. J., & Swayne, L. E. (2018). Strategic Management of Health Care Organizations. Wiley.
  4. Anderson, J. E. (2014). Public Policymaking: An Introduction. Cengage Learning.
  5. Walt, G., & Gilson, L. (1994). Reforming the health sector in developing countries: the central role of policy analysis. Health Policy and Planning, 9(4), 353–370.
  6. WHO Timor-Leste. (2023). Country Cooperation Strategy Timor-Leste 2023–2027.