by Martins. S.
Di cermin pagi yang retak,
kulihat bayangmu berjejak.
Wajahmu tersenyum samar,
namun matamu bertanya benar.
Kau kah itu, jati dirimu?
Yang berdiri tegak di tengah badai,
namun gemetar saat angin ragu datang?
Yang bersuara lantang di keramaian,
namun sunyi saat hati bicara pelan?
Kau berkata:
"Aku ini aku!"
Tapi siapa "aku" itu?
Apakah yang kau pakai hari ini
adalah topeng dari kemarin,
atau warisan luka yang kau warisi diam-diam?
Kau berjalan di jalan orang lain,
mengutip jejak tanpa tahu arah.
Padahal jati diri bukan bayang-bayang,
ia adalah cahaya yang tumbuh dari dalam.
Kau kah itu, jati dirimu?
Bukan sekadar nama atau gelar,
tapi keberanian untuk menjadi
apa adanya, seutuhnya, setulusnya.
Jika belum, jangan takut…
Sebab jati diri bukan untuk ditemukan,
melainkan untuk diperjuangka
=final=
